hiiii, kenapa saya tiba-tiba menyanyikan lagu d'Masiv???
sedang lebay nih...(padahal memang biasanya juga lebay ^_^)
tapi,beneran ya,gara-gara status menganggur,saya jadi teracuni oleh sinetron. Akibatnya,saya jadi 'terpaksa' suka dengan soundtrack2nya yang didominasi oleh lagu2 ST12 dan d'Masiv,haaaaaaaaaaiiiiiiiiiaaaaaaaaa....(terpaksa, atau memang suka =p)
Pokoknya, guilty pleasure niiii
Minggu, 25 Januari 2009
Sabtu, 24 Januari 2009
Cinta Sampai Disini - d'Masiv
mencoba tuk pahami
mencari celah hatimu
bila harus menangis aku kan menangis
namun air mata ini telah habis
Chorus :
segalanya telah kuberikan
tapi kau tak pernah ada pengertian
mungkin kita harus jalani
cinta memang cukup sampai di sini
mencoba tuk rasuki
menyentuh palung jiwamu
bila harus mengiba, aku kan mengiba
namun rasa ini telah sampai di ujung lelahku
Saya lebay? ah, biarkan saja
Chorus :
segalanya telah kuberikan
tapi kau tak pernah ada perhatian
mungkin kita harus jalani
cinta memang cukup sampai di sini
mencari celah hatimu
bila harus menangis aku kan menangis
namun air mata ini telah habis
Chorus :
segalanya telah kuberikan
tapi kau tak pernah ada pengertian
mungkin kita harus jalani
cinta memang cukup sampai di sini
mencoba tuk rasuki
menyentuh palung jiwamu
bila harus mengiba, aku kan mengiba
namun rasa ini telah sampai di ujung lelahku
Saya lebay? ah, biarkan saja
Chorus :
segalanya telah kuberikan
tapi kau tak pernah ada perhatian
mungkin kita harus jalani
cinta memang cukup sampai di sini
Bohemian Accessorises
Barusan browsing bohemian aksesoris, ada yang saya suka


Saya pernah lihat si di IP yang bagus juga, tapi sayang harganya mahal, sekitar 90rb an. Kalo yang di atas, harganya lebih mahal lagi, sekitar 160rban..huhu

Kalau kalung yang ini, harganya 220rb. Huuhu, makin mahal saja... Padahal saya suka.


kalau 2 kalung terakhir, saya lupa deh berapa harganya...
Duh, jadi kepengen...


Saya pernah lihat si di IP yang bagus juga, tapi sayang harganya mahal, sekitar 90rb an. Kalo yang di atas, harganya lebih mahal lagi, sekitar 160rban..huhu

Kalau kalung yang ini, harganya 220rb. Huuhu, makin mahal saja... Padahal saya suka.


kalau 2 kalung terakhir, saya lupa deh berapa harganya...
Duh, jadi kepengen...
Omong Kosong!!!
Mana yang katanya tidak akan marahan lebih dari sehari???
MANA???
Omong Kosong!!!
Saya sebal!!!
Jengkel!!!
Dongkol!!!
Keki!!!
Marah!!!
Kecewa!!!
Sedih!!!
Kamu tahu tidak sih???
MANA???
Omong Kosong!!!
Saya sebal!!!
Jengkel!!!
Dongkol!!!
Keki!!!
Marah!!!
Kecewa!!!
Sedih!!!
Kamu tahu tidak sih???
Jumat, 09 Januari 2009
Rabu, 31 Desember 2008
detik-detik menjelang 2009
Gara-gara mati gaya karena rencana tahun baruan bersama teman-teman semuanya kacau, akhirnya saya menerima tawaran ibu saya untuk menghabiskan acara tahun baru di sebuah hotel di Cirebon. Bukannya sok-sok gaya, ini juga karena ibu saya kenal baik dengan GM dan orang-orang dalam hotel tersebut. Kalau tidak gratis sih, mana mau kami, hehe..
Tapi, sayangnya hanya saya yang mau berangkat. Adik-adik saya lebih memilih menghabiskan acara tahun baru bersama teman-temannya. Akhirnya, saya berangkat bersama ibu, dan seorang lagi yang selanjutnya kita sebut si fulan saja =p (dan tambahan seorang supir)
Kami berangkat lebih awal, jam 5.30 (padahal acaranya baru mulai jam 8). Sampai disana tentu saja kami 'kepagian', padahal saya lapar minta ampun. Kami pun memutuskan untuk mengganjal perut dan makan di sebuah restoran dekat sana (ya ampun, bayangkan, ibarat kata sih, makan dulu sebelum kondangan!!!). Dan benar saja, beres makan kira-kira jam 8.15, begitu kami masuk ke lounge hotel tersebut, kami langsung dipersilakan makan (lagi!). Tapi, teuteup weh.... saya serbu makanannya!!!
Setelah perut kekenyangan, acaranya masih belum dimulai. Saya jadi ngantuk sekali, lebih-lebih karena diiringi lagu bernuansa jazz. Duh, mau tidur saja saya. Tapi, kemudian si MC membuka acaranya. Dan pestanya dimulai...!!!
Huh, saya kira setelah penyanyi jazz-nya pergi diganti oleh penampilan sebuah band yang anggotanya masih muda-muda semua (seumuran saya lah, hehe..), lagunya bisa jadi lebih semangat, up-beat begitu... tapi, si band yang saya lupa namanya itu malah menyanyikan lagu Afgan... Oh My God... Makin ngantuk saya...
Tapi, acara mulai 'meriah', ketika salah seorang tamu undangan maju untuk menyumbangkan (bukan) suara emasnya. Dan tebak lagu yang dinyanyikannya. Itu lho, lagu yang sepertinya semua orang sudah hapal liriknya,
"Kau membuat... Ku Berantakan..."
Iya, berantakan sekali beliau itu menyanyikannya (terutama pas bagian reff). Maap ya, saya bukannya menghijna, suara saya juga tidak bagus, tapi saya 'kan tidak nekat!!!
Tapi, sudahlah...
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan detik-detik pergantian tahun. Semua tamu memakai topi (tahu kan, topi ulang tahun yang ada rumbai-rumbai silver atau gold), dan meniup terompetnya.
...3...2...1
"HAPPY NEW YEAR!!!"
TEEET TOTETOTEEEEEEEEEEET
Saya lantas bersalaman dengan tamu di table sebelah, dan kami pulang!!!
Haha, sudah begitu saja!
Tahun baruan yang 'garing' ya. Membosankan, tapi lumayanlah, menambah pengalaman, hehe..
Tahun baruan kamu, bagaimana?
Tapi, sayangnya hanya saya yang mau berangkat. Adik-adik saya lebih memilih menghabiskan acara tahun baru bersama teman-temannya. Akhirnya, saya berangkat bersama ibu, dan seorang lagi yang selanjutnya kita sebut si fulan saja =p (dan tambahan seorang supir)
Kami berangkat lebih awal, jam 5.30 (padahal acaranya baru mulai jam 8). Sampai disana tentu saja kami 'kepagian', padahal saya lapar minta ampun. Kami pun memutuskan untuk mengganjal perut dan makan di sebuah restoran dekat sana (ya ampun, bayangkan, ibarat kata sih, makan dulu sebelum kondangan!!!). Dan benar saja, beres makan kira-kira jam 8.15, begitu kami masuk ke lounge hotel tersebut, kami langsung dipersilakan makan (lagi!). Tapi, teuteup weh.... saya serbu makanannya!!!
Setelah perut kekenyangan, acaranya masih belum dimulai. Saya jadi ngantuk sekali, lebih-lebih karena diiringi lagu bernuansa jazz. Duh, mau tidur saja saya. Tapi, kemudian si MC membuka acaranya. Dan pestanya dimulai...!!!
Huh, saya kira setelah penyanyi jazz-nya pergi diganti oleh penampilan sebuah band yang anggotanya masih muda-muda semua (seumuran saya lah, hehe..), lagunya bisa jadi lebih semangat, up-beat begitu... tapi, si band yang saya lupa namanya itu malah menyanyikan lagu Afgan... Oh My God... Makin ngantuk saya...
Tapi, acara mulai 'meriah', ketika salah seorang tamu undangan maju untuk menyumbangkan (bukan) suara emasnya. Dan tebak lagu yang dinyanyikannya. Itu lho, lagu yang sepertinya semua orang sudah hapal liriknya,
"Kau membuat... Ku Berantakan..."
Iya, berantakan sekali beliau itu menyanyikannya (terutama pas bagian reff). Maap ya, saya bukannya menghijna, suara saya juga tidak bagus, tapi saya 'kan tidak nekat!!!
Tapi, sudahlah...
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan detik-detik pergantian tahun. Semua tamu memakai topi (tahu kan, topi ulang tahun yang ada rumbai-rumbai silver atau gold), dan meniup terompetnya.
...3...2...1
"HAPPY NEW YEAR!!!"
TEEET TOTETOTEEEEEEEEEEET
Saya lantas bersalaman dengan tamu di table sebelah, dan kami pulang!!!
Haha, sudah begitu saja!
Tahun baruan yang 'garing' ya. Membosankan, tapi lumayanlah, menambah pengalaman, hehe..
Tahun baruan kamu, bagaimana?
ATM Bank "X" di Kuningan
Saya bukan sedang mencaci ya, meskipun ceritanya sedikit agak menyedihkan. Jadi, begini. Setahu saya (dan ini benar), di tempat tinggal saya tercinta (Kabupaten Kuningan) hanya terdapat satu buah ATM Bank X (sebaiknya tidak menyebut merk). Iya, coba bayangkan, sebuah kabupaten dengan jumlah penduduk 1.102.354 (hasil Suseda tahun 2007), hanya memiliki satu buah ATM bank X. Iya, memang masih ada opsi bank yang lainnya, tapi angger wae...
Tidak heran, ATM bank tersebut 'berhasil' membuat antrian bak ular (terutama ketika akhir atau awal bulan). Seperti siang tadi, ketika saya disuruh ibu saya untuk mengambil sejumlah uang di ATM Bank tersebut. Antriannya, ya ampuuun, kalau tidak ingat ini adalah kepentingan ibu saya, sudah saya tinggalkan tempat itu. Tapi, saya kan tidak mau dibilang anak durhaka yang tidak mau membantu ibunya (wekekekek...). Jadi, mengantrilah saya dengan manisnya. Hitung punya hitung, kira-kira ada belasan orang yang mengantri di depan saya. Dan pada menit ke-30 (mungkin lebih), saya akhirnya bisa menunaikan amanat ibu saya untuk mengambil uang.
Ya ampun, mengambil uang di ATM saja harus mengantri lebih dari setengah jam???!!!
Saya jadi sedikit heran pada pihak bank tersebut. Sudah jelas-jelas ada demand yang tinggi dari para nasabahnya, kenapa tidak dibuat ATM tambahan sih?! Heran saya.
Tidak heran, ATM bank tersebut 'berhasil' membuat antrian bak ular (terutama ketika akhir atau awal bulan). Seperti siang tadi, ketika saya disuruh ibu saya untuk mengambil sejumlah uang di ATM Bank tersebut. Antriannya, ya ampuuun, kalau tidak ingat ini adalah kepentingan ibu saya, sudah saya tinggalkan tempat itu. Tapi, saya kan tidak mau dibilang anak durhaka yang tidak mau membantu ibunya (wekekekek...). Jadi, mengantrilah saya dengan manisnya. Hitung punya hitung, kira-kira ada belasan orang yang mengantri di depan saya. Dan pada menit ke-30 (mungkin lebih), saya akhirnya bisa menunaikan amanat ibu saya untuk mengambil uang.
Ya ampun, mengambil uang di ATM saja harus mengantri lebih dari setengah jam???!!!
Saya jadi sedikit heran pada pihak bank tersebut. Sudah jelas-jelas ada demand yang tinggi dari para nasabahnya, kenapa tidak dibuat ATM tambahan sih?! Heran saya.
Langganan:
Postingan (Atom)








