Rabu, 31 Desember 2008

detik-detik menjelang 2009

Gara-gara mati gaya karena rencana tahun baruan bersama teman-teman semuanya kacau, akhirnya saya menerima tawaran ibu saya untuk menghabiskan acara tahun baru di sebuah hotel di Cirebon. Bukannya sok-sok gaya, ini juga karena ibu saya kenal baik dengan GM dan orang-orang dalam hotel tersebut. Kalau tidak gratis sih, mana mau kami, hehe..

Tapi, sayangnya hanya saya yang mau berangkat. Adik-adik saya lebih memilih menghabiskan acara tahun baru bersama teman-temannya. Akhirnya, saya berangkat bersama ibu, dan seorang lagi yang selanjutnya kita sebut si fulan saja =p (dan tambahan seorang supir)

Kami berangkat lebih awal, jam 5.30 (padahal acaranya baru mulai jam 8). Sampai disana tentu saja kami 'kepagian', padahal saya lapar minta ampun. Kami pun memutuskan untuk mengganjal perut dan makan di sebuah restoran dekat sana (ya ampun, bayangkan, ibarat kata sih, makan dulu sebelum kondangan!!!). Dan benar saja, beres makan kira-kira jam 8.15, begitu kami masuk ke lounge hotel tersebut, kami langsung dipersilakan makan (lagi!). Tapi, teuteup weh.... saya serbu makanannya!!!

Setelah perut kekenyangan, acaranya masih belum dimulai. Saya jadi ngantuk sekali, lebih-lebih karena diiringi lagu bernuansa jazz. Duh, mau tidur saja saya. Tapi, kemudian si MC membuka acaranya. Dan pestanya dimulai...!!!

Huh, saya kira setelah penyanyi jazz-nya pergi diganti oleh penampilan sebuah band yang anggotanya masih muda-muda semua (seumuran saya lah, hehe..), lagunya bisa jadi lebih semangat, up-beat begitu... tapi, si band yang saya lupa namanya itu malah menyanyikan lagu Afgan... Oh My God... Makin ngantuk saya...

Tapi, acara mulai 'meriah', ketika salah seorang tamu undangan maju untuk menyumbangkan (bukan) suara emasnya. Dan tebak lagu yang dinyanyikannya. Itu lho, lagu yang sepertinya semua orang sudah hapal liriknya,

"Kau membuat... Ku Berantakan..."

Iya, berantakan sekali beliau itu menyanyikannya (terutama pas bagian reff). Maap ya, saya bukannya menghijna, suara saya juga tidak bagus, tapi saya 'kan tidak nekat!!!

Tapi, sudahlah...

Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan detik-detik pergantian tahun. Semua tamu memakai topi (tahu kan, topi ulang tahun yang ada rumbai-rumbai silver atau gold), dan meniup terompetnya.

...3...2...1

"HAPPY NEW YEAR!!!"

TEEET TOTETOTEEEEEEEEEEET

Saya lantas bersalaman dengan tamu di table sebelah, dan kami pulang!!!

Haha, sudah begitu saja!

Tahun baruan yang 'garing' ya. Membosankan, tapi lumayanlah, menambah pengalaman, hehe..

Tahun baruan kamu, bagaimana?

ATM Bank "X" di Kuningan

Saya bukan sedang mencaci ya, meskipun ceritanya sedikit agak menyedihkan. Jadi, begini. Setahu saya (dan ini benar), di tempat tinggal saya tercinta (Kabupaten Kuningan) hanya terdapat satu buah ATM Bank X (sebaiknya tidak menyebut merk). Iya, coba bayangkan, sebuah kabupaten dengan jumlah penduduk 1.102.354 (hasil Suseda tahun 2007), hanya memiliki satu buah ATM bank X. Iya, memang masih ada opsi bank yang lainnya, tapi angger wae...

Tidak heran, ATM bank tersebut 'berhasil' membuat antrian bak ular (terutama ketika akhir atau awal bulan). Seperti siang tadi, ketika saya disuruh ibu saya untuk mengambil sejumlah uang di ATM Bank tersebut. Antriannya, ya ampuuun, kalau tidak ingat ini adalah kepentingan ibu saya, sudah saya tinggalkan tempat itu. Tapi, saya kan tidak mau dibilang anak durhaka yang tidak mau membantu ibunya (wekekekek...). Jadi, mengantrilah saya dengan manisnya. Hitung punya hitung, kira-kira ada belasan orang yang mengantri di depan saya. Dan pada menit ke-30 (mungkin lebih), saya akhirnya bisa menunaikan amanat ibu saya untuk mengambil uang.

Ya ampun, mengambil uang di ATM saja harus mengantri lebih dari setengah jam???!!!
Saya jadi sedikit heran pada pihak bank tersebut. Sudah jelas-jelas ada demand yang tinggi dari para nasabahnya, kenapa tidak dibuat ATM tambahan sih?! Heran saya.

Selasa, 30 Desember 2008

Pirates of the Caribbean

Sebenarnya, saya tidak pernah tertarik menonton film trilogi Pirates of The Caribbean. Hoho, ini bukan film yang menceritakan orang-orang berwajah kotak 'kan?! (I mean, Johnny Depp and Orlando Bloom). Yeah, saya memang bukan penggemar Johnny Depp (kita lupakan sejenak Orlando Bloom), meskipun teman kampus saya yang bernama Ida (apa kabar da?), sangat menggila-gilai Johnny Depp, selalu memuja-muji Johnny Depp, saya tetap merasa tidak punya alasan untuk menyukai Depp (meskipun saya akui aktingnya di Charlie and The Chocolate Factory memang memukau). Yayaya, saya tidak suka Johnny Depp yang berwajah kotak itu... (bukan berarti saya tidak menyukai orang-orang berwajah kotak lho...)

Tapi, sekali lagi karena saya sedang punya banyak waktu luang, dan kebetulan film tersebut ada di dalam notebook adik saya, ya sudah saya tonton saja filmnya.



Hmmh... dan ternyata harus saya akui film trilogi POTC memang 'keren'. Imajinasi baik cerita, latar, karakter, tata rias tokoh-tokohnya sangat luar biasa (meskipun cukup eneg dengan tokoh Davy Jones dan awak-awak kapalnya). Dan yang pasti, sekali lagi, akting Johnny Depp sangat sangat bagus. Jujur, saya jatuh hati pada tokoh perompak bernama Jack Sparrow ini (pada Jack Sparrow, bukan Johnny Depp, hehehe...). Tokoh yang tolol sekaligus brilian (hmmh, pusing kan?!).




Secara keseluruhan, film ini memang sangat oke.

So, menurut kamu???

Senin, 29 Desember 2008

Janji-Janji Tinggal Janji

Memang ya, seringkali sesuatu yg direncanakan jauh2 hari, ujung2nya malah batal. Tapi, yg dilakukan dengan spontan, biasanya justru jadi. Itulah yg saya dan teman2 alami ketika kami sudah berencana menghabiskan tahun baru di jakarta dan menginap di rumah yanti (salah seorang anggota Euy yg telah berumah tangga, dan telah bertahun2 yg lalu dijanjikan rumahnya akan kami kunjungi), eh, last minute semuanya malah batal!!!
Awalnya, salah satu dari kami batal ikut (mersa). Tapi, saya dan yg lain (wina dan triana) tetap mau berangkat saja. Eh, tiba2 triana dan saya merasa kurang enak badan. Sebenarnya kami merasa sangat tidak enak pada yanti karena semuanya jadi hanya janji janji tinggal janji, bulan madu tinggal mimpi, hiks.. Tapi, daripada kami tetap berangkat dalam kondisi yg tidak fit, dan disana kami malah hanya merepotkan, kamipun memutuskan untuk membatalkannya saja.

Huhu.. Maapkan kami ya yan..
Kami tahun baruan disini saja, siapa tahu ramai, kan kng sudah punya taman kota, haha..

Jumat, 26 Desember 2008

Resensi The Dark Knight (yang terlambat)

Mungkin tulisan ini tidak bisa disebut resensi juga, hanya semacam kesan-kesan saya terhadap film The Dark Knight yang dengan telatnya baru saya tonton tadi.

Jadi, adik saya sudah bercerita dari dulu-dulu, saat film ini pertama kali diputar di bioskop-bioskop. Katanya, The Dark Knight adalah film superhero yang paling bagus yang pernah ditontonnya. Hmmh, saya jadi penasaran. Ok, saya mungkin bukan pecinta film, tidak paham betul mengenai film, dan mungkin tidak memiliki selera film yang terlalu bagus (misalnya, saya tidak mengerti kenapa film Chicago bisa menang Oscar). Tapi, saya lumayan penikmat film, dan di tengah waktu luang saya yang sedang lumayan banyak (hehe..), saya menyempatkan menonton film The Dark Knight.



Film ini adalah kelanjutan dari film Batman Begins yang dirilis tahun 2005, dan masih disutradarai oleh Christopher Nolan. Tokoh Batman diperankan oleh Chriatian Bale, sementara tokoh anatagonis Joker diperankan sangat apik oleh Heath Ledger.

Awalnya, saya merasa sedikit (hanya sedikit) agak bosan. Tapi, kemudian ceritanya semakin panas dan panas. Saya, benar-benar terkesan oleh akting Heath Ledger yang luar biasa (sayang beliau sudah almarhum). Saya bisa sangat merasakan betapa 'gila' dan 'pshyco'-nya tokoh The Joker.



Sementara tokoh Batman sendiri, yah... cool, calm, confident. Saya suka Christian Bale, (meski tidak seterkesan pada Daniel Craig di Casino Royale,lho?! Apa hubungannya?!). Dan saya tidak suka Maggie Gyllenhaal yang berperan sebagai Rachel. Hii... kelihatan tua. Harusnya Katie Holmes jangan diganti untuk memerankan Rachel.

Adegan yang paling saya suka dari film ini adalah ketika Joker mengira kapal yang disanderanya akan meledak (padahal tidak), dan Batman berkata (kurang lebih) bahwa orang-orang di dunia ini masih punya hati nurani, tidak seperti dirinya (Joker).

Lebih jelasnya begini, si Joker menyandera dua kapal (berisi ratusan warga) yang disertai peledak, beserta pemicu peledaknya. Joker mengatakan bahwa jika salah satu kapal meledakkan kapal lainnya, sebelum pukul 12, maka kapal lainnya akan selamat. Namun jika tidak ada satupun kapal yang meledakkan kapal lainnya, maka Joker akan meledakkan kedua kapal tersbut. Dan pada kenyataannya, sampai waktu menunjukkan pukul 12, tidak ada satupun kapal yang tega meledakkan kapal lainnya (mereka lebih memilih bersiap mati daripada harus melenyapkan kapal (dan ratusan nyawa) lainnya.

Secara keseluruhan, film ini terkesan sangat humanis, tidak ngotot, dan realistis. Meskipun sayang sekali, saya merasa endingnya sedikit kurang menggigit (tapi saya jadi tahu kenapa filmnya berjudul "The Dark Knight"). Dan saya beri angka 9/10 untuk film The Dark Knight..

Selamat Ya You, Guys..!

Hari ini, seharusnya saya menghadiri acara pernikahan teman saya, Abdul (smanda '04). Tapi, berhubung adik saya tengah dirawat di RS, jadinya saya tidak bisa datang (maap ya, Dul). Meskipun begitu, saya ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Abdul dan pasangan..
Di bulan Desember ini, dua teman saya yang lain juga telah melangsungkan pernikahan : Sri Candra (smanda '04) dan Indah Laela (spensa). Juga mantan ketua himpunan mahasiswa planologi ITB : Agung (HMP'01) yg menikah dg Forina (HMP'02).

Untuk semuanya, saya ucapkan SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, warohmah, Amin...

(so, kapan ya giliran saya? Ck..Ck..Ck.. Bingung mode : on)

Rabu, 24 Desember 2008

=(

Saya jengkel sekaliiiiiiii